Daftar Blog Saya

Kamis, 03 Februari 2011

Masalah Sinyal Pada HP

Masalah Sinyal Pada HP
Kerusakan karena masalah sinyal :
• Tidak ada sinyal.
• Sinyal lemah.
• Sinyal hilang dalam beberapa detik.
• Tidak ada sinyal hanya tampil nama operator.
• Mati saat melakukan panggilan.
• Ada sinyal namun tak bisa melakukan panggilan.
Tahap Penanganan :
1. Ukur pada konektor baterai apakah terjadi short circuit (lihat artikel "Kerusakan Power Pada HP"). Karena bila terjadi short circuit, tetapi ponsel masih hidup meskipun tidak ada sinyal, biasanya posisi short circuit terjadi pada IC PA.
2. Sebelum melangkah melakukan perbaikan secara hardware, coba terlebih dahulu mengisi file PM melalui BoxRepair untuk platform DCT4 dan WD2. Untuk DCT3 EEPROM menggunakan NOK TOOL, dan untuk ponsel Nokia CDMA tunning melalui software Phoenix AMS.
3. Pastikan bahwa masalah sinyal terjadi pada jalur Tx (Pemancaran) atau jalur Rx (Penerimaan) ataupun keduanya yaitu jalur Tx dan Rx. Metode diagnosa dilakukan dengan cara :
- Problem Tx = Ketika ponsel dinyalakan , sinyal terlihat bagus. Namun sebelum lampu LED padam, sinyal secara otomatis akan menghilang.
- Problem Rx = Ketika ponsel dinyalakan, sinyal tidak ada sama sekali.
Yang mana komponen Tx dan komponen Rx ?
- IC PA (Power Amplifier) adalah komponen Tx.
- Antenna Switch (Duplexer) adalah komponen Tx dan Rx.
- IC RF adalah komponen Rx, dan bagian kecil komponen Tx.
- IC UEM adalah komponen Tx, dan bagian kecil komponen Rx.
4. Kini melangkah pada perbaikan secara hardware, periksa jalur koneksi antara komponen sesuai panduan diagram skema. Pemeriksaan ini dilakukan terutama pada ponsel terkena air dan ponsel terjatuh sampai menyebabkan bengkok pada board.
5. Untuk lebih memudahkan penanganan, kita klasifikasi berdasarkan platform dan ciri kerusakan pada masalah sinyal. Berikut ini urutan prioritas pemeriksaan atau penggantian komponen dimulai dari urutan yang paling atas. Dan lanjutkan langkah pada urutan setelahnya apabila masalah sinyal masih terjadi.
Platform DCT3
- Tak ada sinyal = IC PA, Antenna Switch, IC Haggar/RF, IC Cobba, IC Ccont.
- Sinyal lemah = IC PA, Antenna Switch, Filter.
- Sinyal hilang dalam beberapa detik = IC PA, IC Cobba.
- Tidak ada sinyal, hanya tampil nama operator = Isi data EEPROM melalui software NOK Tool atau EEPROM Toll
- Mati saat melakukan panggilan = IC PA, Antenna Switch.
- Ada sinyal tapi tidak bisa melakukan panggilan = IC Cobba.
Platform DCT4
- Tak ada sinyal = Isi file PM/tunning, IC PA, Antenna Switch, IC Mjolner/RF, IC UEM. IC CPU.
- Sinyal lemah = IC PA, Antenna Switch, Filter.
- Sinyal hilang dalam beberapa detik = Isi file PM/tunning, IC PA (apabila masalah sinyal terjadi akibat ponsel terkena air, maka periksa jalur Vbat(+) menuju IC PA. Apabila putus, jumper kaki power IC PA dengan jalur positif dari konektor baterai), IC RF, Antenna Switch, Filter, IC UEM.
- Tidak ada sinyal, hanya tampil nama operator = Isi data PM kembali.
- Mati saat melakukan panggilan = IC PA, Antenna Switch.
- Ada sinyal tapi tidak bisa melakukan panggilan = IC PA, IC RF (Helga/Mjolner), IC UEM.

Tips Software Reparasi

Tips Software Reparasi
APLIKASI
Peralatan Yang Diperlukan :
1. CD Program
2. Kabel Data
3. Infra Red
4. Bluetooth
5. Card Reader
Martech = Software untuk Siemens
PBB = Phoenix Black Box - Software untuk Aplikasi
Cruiser = Software untuk Sony Erricson
MT Box = Nokia
MT Box = Sony Erricson
Griffin = Spesialisasi ke Nokia
JAF =
Alibaba =
Aladin =
TORNADO :
* Standart = Nokia : TCT3 – WD2
Sony Erricson : - J200
Siemens : A35 – MC 60
Samsung : X 608
: T190 ; T191 ; C330
* HWK = Nokia : - BB5 + Change Imei
Sony Erricson : DCT4 – W800
Samsung : - D600
LG : All GSM
Buka Phone Lock untuk DCT4 :
Tekan Tombol PM Edit.
UFS TORNADO
Tornado Yang Banyak Dijumpai di Pasaran :
1. Twister
2. UFS X (Gold)
3. N-Box
4. Tornado Blue Diamond
Kabel Data 8210, Kompatibel Dengan :
= 8250 – 8850
= 3610 – 2100
PM 2300 Cocok untuk 1100
CNT = Content untuk Flashing Aplikasi.
Di isi dengan File, dengan ekstensi :
UCP atau IMAGE
Jenis-jenis Kerusakan Software
Nokia :
* DCT 3 = 1. Up Grade Bahasa
2. Phone Lock
a. Klik pada Into
b. Klik Full Factory, Default
3. SIM Lock
a. Init Sim Lock
4. Contact Service
a. Flash MCU + PPM + UI Setting
b. Flash PPM
5. Contras
a. Up date LCD
6. Mati Total
a. MCU + PPM + UI Setting
* DCTL = - Tidak Ada Fitur Untuk Erase Flash
- Harus Diberi File Erase.Bin,
Ditempatkan di File Dengan Extension.Bin
* DCT4 = MCU :
PPM : Up Grade Bahasa
CNT : Content = Di Galery
ADSP : Untuk MP3 ; 3300, 9300, 9500
RD PM = Alamat 35 - 35
PM Edit = Secara Otomatis Phone Lock Akan Tampil
Reset EEPROM Untuk Samsung : * 2767 * 2878 #
Full Factory Default Untuk Nokia DCT3 = * # 3370 # 12345
1. UP GRADE BAHASA
 Kita harus tahu Versi SW HP
GSM : * # 0000 # ( Manual melalaui keypad )
CDMA : * # 837 # ( Manual melalui keypad )
Klik Info = Melalui Tornado
 Flash PPM dengan Versi yang sama, atau
 Flash MCU + PPM + CNT dengan Versi yang lebih tinggi.
2. PHONE LOCK
 Edit PM – Read PM
Alamat Permanent Memory (PM) :
0 - 255 ; GSM
4 - 276 ; CDMA
Alamat ke-35 : Security Code
 UI Setting : Init Sim Lock
3. NO SIGNAL
DCT4 : 70% kerusakan di Software,
masalahnya karena PM terhapus.
 PM di isi lagi yang bagus
4. NO CHARGING
 Masukkan PM yang bagus, atau :
 Klik Erase Flash = Flash MCU + PPM + CNT
 Write PM = Full Factory Default
5. CONTACT SERVICE
1. Langkah Awal :
 Full Factory Default
 Reboot In Normal Mode
2. Tahap Lanjutan :
 Full Flash MCU + PPM + CNT
 Full Factory Default
 Reboot In Normal Mode
3. Kalau Masih Gagal :
 Erase Flash
 Full Flash MCU + PPM + CNT
 Write PM (File ber’ekstensi PM)
 Full Factory Default
 Reboot In Normal Mode
Ada Beberapa HP Yang Butuh Penanganan Khusus :
1. 7250i
2. 6610i
 Jika hp-hp tersebut kontak service :
Ada File di IC Flash yang korup.
Penanganan :
Untuk 6610i :
1. - Erase Flash
- Flash MCU + PM + CNT 62200
- Wr PM 6610
- Full Factory Default
- Reboot In Normal Mode
Dengan Cara Lain = Tornado HWK / JAF
2. - Klick Patch Imei
- Full Factory Default
- Init SIM Lock (Mungkin jaringan terkunci)
3. - Write UEM
- Masukkan RPL
- Full Factory Default
- Init SIM Lock
CONTACT
1. Service 7250i
- Erase Flash
- Flash MCU + PPM + CNT 7250 (Bukan 7250i)
dengan Versi Tertinggi
- Write PM 7250
Dengan JAF : Rebuilt Imei Dengan Patch Imei
2. Service 3300
- Tidak Dapat Diatasi Dengan Tornado Maupun HWK
- Flash Dengan : - Grittin
- JAF
- Flash Dengan Menu Flash ADSP
Ini Karena Contact Service Yang Disebabkan Adanya
Kerusakkan Pada File ADSP.
MCU + PPM + CNT + ADSP.
NO SIGNAL CDMA NOKIA
Ada 2 Kelompok / Type
1. 3585, 3586, 2280
Dapat Dilakukan Software Dengan Seperti Yang Di GSM
2. 2112, 3105, 3125
Dilakukan Dengan Software Tambahan
- Phoenix AMS, Sebagai Tuning Signal + File Tun
Jalan di Window 98 & ME
Kabel DKU-5
Untuk CDMA Nokia :
TIDAK BOLEH klik Full Factory Default
Akan mengakibatkan Searching /
No Signal / Signal Hilang.
MCU …… NEP CNT …… UCP
PPM …… LLP
LFP
LNP
LDP
Restart pada menu Ke ( Go to )
- Up Grade Versi
Blank LCD :
- Erase Flash
- Flash MPU + PM + CNT
- Write PM
- Full Flash Factory Default
- Reboot in Normal Mode
Phone Retristed :
- Penyebab kesalahan Flashing
- Biasanya disertai dengan Imei ???
- Hampir sama kasusnya dengan Sim Card Invalid
Penanganan :
1. - Full Factory Default
- Init Sim Lock
2. Patching Imei
( dengan HWK, JAF, Universal Box )
3. - Write UEM
- Masukkan RPL ( Beli )
WD - 2 : 3650,6600,7610,3230
Untuk Versi yang sama di Flash PM saja.
Untuk yang lain sama dengan DCT-4.
1. Blink 4x ( 3650,3660,N-GAGE,Q D )
A. - Full Factory Default
- Reboot in Normal Mode
B. - Erase Flash -> Write PM
- Flash MCU + PPM
- Full Factory Default
- Init Sim Lock
- Reboot in Normal Mode
Phone Lock pada WD-2 dapat dibuka dengan PM Edit
( seperti Phone Lock pada DCT-4 ).
6600 dan 7610 jangan ditekan Full Factory Default karena akan
menyebabkan Contact Retailer.
2. Contact Retailer ( Start Up Failed )
Paling sering di N-GAGE dan 7610.
A. - Sim Card dilepas
- * # 7370 # 12345
B. - Format User Area
- Reboot in Normal Mode
Contact Retailer :
C. - Erase Flash -> Start : 00000…..
-> Angka Nol kedua diganti dengan 2
End : Tetap / biarkan
- Flash MCU + PPM + PM
Dengan Griffin atau JAF.
D. Flash MCU + PPM + ADSP + PM (3300)
WD - 2
MCU : 1. Akhiran .”C1” / .”C2” / .”C3”
2. Ukuran File terbesar
PPM : Akhiran selain .C1; C2; C3
Contoh: .30; .MB; .*
Tidak ada CNT.
UFS_COM.
Virtual
1. .USB -> .Com
2. Back Up ( Phonebook ; Ringtones )
3. Convert file tun -> Pm
4. Menulis garansi ulang
MCU untuk Flashing dengan Tornado (UFS)
MCU PPM
GSM File berekstensi . A - Z.
Akhiran .O. RH 19_06.IIV
Contoh :
RH*19 - 06.110
CDMA File berekstensi BI.LLP.FLP.LNP.LDP
Akhiran .Nep
Contoh :
F175V 0502.NEP. F 175 V 0502.FLP.
Merubah CDMA Inject ke RUIM
CDMA INJECT mempunyai MCU : F 100.
Untuk merubah ke RUIM, MCU harus kita ubah ke F 175 atau F-90.
Tekan Flash.
RH3 & RH3 P (Versi HP) tidak dapat diubah ke RUIM. Selain RH3 & RH3 P
dapat diubah ke RUIM.
Untuk CDMA tidak boleh melakukan UI Setting, karena akan menyebabkan
No Signal.
Alamat PM untuk CDMA : 4 - 276
Merubah 3105 ke 3125 ( dengan JAF )
Flash MCU; PPM, CNT 3125 ke HP 3105. Setelah proses Flashing biasa-
nya akan terjadi Phone Restricted. Kita buka Phone Restricted dengan
Phone Unlock milik JAF.
DCT 3
Contact Service
Penyebab Kerusakan : 1. Kesalahan Flashing
2. Kerusakan Software
- MCU / PPM
- EEPROM
3. Kerusakan Hardware
Penyelesaian :
A. Flash MCU + PPM + UI SETTING
B. Flash PMM (dengan file yang berekstensi .pmm)
Setelah Flashing PMM maka biasanya IMEI akan rusak (?) -> Dampak-
nya HP akan Restart. Untuk memperbaiki IMEI tekan Rebuild IMEI.
-> Masukkan nomor IMEI seperti yang kita kehendaki -> Default nomor
IMEI adalah nomor yang terdapat pada casing -> UI Setting.
Untuk DCT 3 nomor IMEI dapat dibuat sesuai dengan keinginan kita.
DCTL : 9210 ; 9210i
Contact Service :
A. MCU + PPM + UI Setting
B. 9210 & 9210i menggunakan 2 IC Flash. Sedang waktu Erasing yang di
Erase hanya satu IC. Sedang IC Flash lainnya tidak ter ‘Erase’.
Solusi : Di Flash dengan file erase.bin.
WD 2
Misal : 3650,6600,7610,3230
* 3650 ; 6600 ; N-GAGE ; 7650
A. Blink 4x
Solusi : 1. - Full Factory Default
- Reboot in Normal Mode
2. - Erase Flash
- MCU + PPM + PM
- Full Factory Default
- Reboot in Normal Mode
3. - Erase Address Flash :
-> Start : 00000……
-> Angka nol kedua dari depan diganti dengan angka dua.
- MCU + PPM + PM
- Full Factory Default
- Reboot in Normal Mode
4. - Back Up Imei dengan JAF Imei Tool
- Flash MCU dengan file erase 3650.bin (Tornado)
- MCU + PPM + PM
- Restore Imei dengan JAF Imei Tool
- Unlock dengan JAF
B. Restart ( Aplikasi ; Radio )
Solusi : * # 7370 #
C. Start Up Failed Contact Retailer
Solusi : 1. - Format User Area
- Reboot in Normal Mode
2. - Erase Flash
- MCU + PPM + PM
- Full Factory Default
- Format User Area
- Reboot in Normal Mode
N-GAGE
Application Closed
A. - Lepas MMC (Master Memory Card)
- Hidupkan HP
B. Dengan JAF
- MCU + PPM + ADSP
Imei ????
-> IC Flash atau UEM ada yang korup di file UI
Solusi : 1. Patch Imei (dengan Universal Box / UB)
File.Rpl yang ada di Tornado
DCT-4 GSM ( ASIC 2 )
CDMA ( ASIC )
WD-2 ( ASIC 5 )
Ganti UEM <-------------------------- I tidak Hidup ----------> Flash
I ya ya I tidak
Write RPL <------- Hidup ----------
I
Unlock
BLUETOOTH Error
Solusi :
A. Klik Tombol RP BT
B. - Erase Flash
- MCU + PPM, tandai (centang) Enable Bluetooth Flashing
- Write Pm.
- Full Factory Default
- Klik tombol RP BT
Device Error
Solusi : * # 7370 # (kode Security Handphone)
Format 3 Jari
Tombol 3, * , Hijau (Menu) ditekan bersama - sama
Posted by generated at 2:30 AM
Tags: Reparasi HP 0 comments
Kartu SIM
Di dalam Hand Phone Kartu, kartu sim mempunyai peranan yang sangat penting. Kartu Sim merupakan Identitas yang harus selalu dipakai agar operator dapat mengenali Hand Phone kita, terutama nomor telepon kita. Denngan Kartu SIM Operator dapat melacak posisi kita untuk stand by dan mengirimkan sinyal manakala ada nomor lain yang memanggil kita.
Tanpa SIM operator tidak akan dapat mengenali Hand Phone kita. Pada sisi lain, Hand Phone kita juga tidak dapat digunakan secara normal. Kita hanya dapat mempergunakan Hand Phone kita dalam keadaan darurat saja. Artinya Kartu SIM juga merupakan PASSWORD awal sebelum kita dapat mengoperasikan Hand Phone kita.
Di dalam Hand Phone kita, peralatan atau komponen yang bertugas membaca Kartu SIM adalah IC POWER / UEM, dan CPU.
Kegagalan atau permasalahan pada Kartu SIM sering disebabkan oleh permasalahan pada kedua komponen tersebut.

Kartu SIM bekerja dikendalikan oleh IC Power melalui kaki kaki :
V SIM : Merupakan tegangan yang dibutuhkan agar Kartu SIM dapat bekerja.
Kalau dimpamakan seperti mobil, V SIM adalah bensinnya.
SIM CLK : adalah aliran-aliran pulsa dengan frekuensi 32 KHz untuk mendorong
Kartu SIM agar dapat bekerja. Pada mobil, SIM CLK adalah gasnya.
RST : Reset atau setting ulang.
Kartu SIM dapat dibaca atau ditulis oleh IC Power melalui kaki : DATA
Hasil pembacaan IC Power / UEM kemudian dikirimkan ke CPU. Kemudian oleh CPU data – data tadi diolah untuk disesuaikan dengan Hand Phone.

Melindungi Data Dari Copy Paste Orang Lain.

Mencegah / Melindungi Data Dari Copy Paste Orang Lain.

Cara ini “mencegah file kita di copy paste” oleh orang lain adalah agar privasi kita yang berada dalam file tersebut tidak akan bisa di copy oleh sembarangan orang.
Tidak sedikit juga ada bebrapa orang yang memang sengaja mengambil file-file kita tanpa sepengetahuan kita dan menyimpan nya dalam sebuah media penyimpanan seperti flashdisk, CD dll.
Namun ada beberapa cara yang dapat kita terapkan agar orang tidak bisa copy-paste file-file kita ke media penyimpanan seperti flashdisk dsb, tapi file tersebut masih bisa kita copy-paste dalam komputer kita sendiri.
Berikut cara nya:
1. Pilih “Start” Lalu kemudian pilih “Run” dan untuk selanjutnya kita ketikkan “Regedit” lalu tekan ENTER.
2. Di langkah yang kedua ini kita Pilih “HKEY_LOCALMACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control”.
3. Lalu setelah langkah kedua di atas selanjutnya kita lakukan Klik kanan di posisi “Control” Lalu selanjutnya Klik “New” lalu pilih “Key” lalu untuk selanjutnya kita kasih nama “StorageDevicePolicies” (Gak pake tanda kutip ya ), untuk lebih jelas nya silahkan lihat pada gambar di bawah ini.

4. Selanjutnya pada langkah yang ketiga ini kita Klik kanan di posisi StorageDevicePolicies, lalu selanjutnya kita klik “New” kemudian “DWord Value” dan selanjutnya kita kasih nama dengan “WriteProtect” (yang ini gak pake tanda kutip juga ya).
5. Pada langkah ke empat ini kita klik 2x di “WriteProtect”, lalu selanjutnya kita ubah value nya menjadi bernilai 1.
Selesai, Restart komputer kita lalu silahkan tes hasilnya, dan hasilnya akan menjadi seperti gambar di bawah ini, kalo ada orang yang ingin copy-paste file kita selain di dalam harddisk maka akan muncul pesan seperti di bawah ini.

Kalo mau ngerubah jadi semula kita bisa mengulangi langkah di atas, dan tinggal kita ganti aja value nya jadi 0, lalu tinggal kita restart lagi......

Repair Windows XP

Repair Windows XP

Berikut Ini tahapan2 sesuai dengan jenis kesalahan.

1. Memperbaiki Instalasi (Repair Install)

Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem
operasi lain untuk booting,

Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja
sebagaimana setting (pengaturan)

yang awal.


- Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.

- Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung
spek komputer Anda.

- Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi
perbaikan (repair) yang kedua,

bukan yang pertama.

- Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.

- Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R

Ini akan memulai perbaikan.

- Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing
Agreement”

- Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya
C:\WINDOWS

Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.

Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.

- Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan
bagian dari perbaikan,

dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting
Information, Dynamic Update,

Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation”.

- Ketika ditanya, klik tombol Next

- Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda
yang valid.

- Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup
yang sama.

- Komputer akan restart.

- Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem
ketika instalasi normal.

- Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).

- Selesai

Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah
ada.

[list=][/list]

2. NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak
ditemukan, lakukan:

- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.

- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.

- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang
sesuai.

- Biasanya #1

- Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.

- Tulis: CD i386

- Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe

- Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan
lokasinya.

- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

[list=][/list]

3. HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll,
ada kemungkinan

file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).

- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.

- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.

- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang
sesuai.

- Biasanya #1

- Tulis: bootcfg /list

Menampilkan isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini

- Tulis: bootcfg /rebuild

Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI

- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

[list=][/list]

4. Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang

Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan:

“Windows could not start because the following files is missing or corrupt

\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”

- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.

- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.

- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang
sesuai.

- Biasanya #1

- Masukkan password administrator jika diperlukan.

- Tulis: cd \windows\system32\config

- Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:

- Tulis: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak

- Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:

- Tulis: copy \windows\repair\system

- Tulis: copy \windows\repair\software

- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

[list=][/list]

5. NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not
Found)

Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:

a. Untuk partisi tipe FAT

- Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR
atau NTDETECT.COM

dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\

b. Untuk partisi tipe NTFS

- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.

- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.

- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang
sesuai.

- Biasanya #1

- Masukkan password administrator jika diperlukan.

- Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).

- Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:

- Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\

- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

Berikut Ini tahapan2 sesuai dengan jenis kesalahan.

Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem
operasi lain untuk booting,

Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja
sebagaimana setting (pengaturan)

yang awal.- Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.

- Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung
spek komputer Anda.

- Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi
perbaikan (repair) yang kedua,

bukan yang pertama.

- Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.

- Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R

Ini akan memulai perbaikan.

- Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing
Agreement”

- Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya
C:\WINDOWS

Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.

Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.

- Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan
bagian dari perbaikan,

dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting
Information, Dynamic Update,

Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation”.

- Ketika ditanya, klik tombol Next

- Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda
yang valid.

- Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup
yang sama.

- Komputer akan restart.

- Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem
ketika instalasi normal.

- Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).

- Selesai

Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah
ada.

[list=][/list]2. NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak
ditemukan, lakukan:

- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.

- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.

- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang
sesuai.

- Biasanya #1

- Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.

- Tulis: CD i386

- Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe

- Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan
lokasinya.

- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

[list=][/list]

3. HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll,
ada kemungkinan

file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).

- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.

- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.

- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang
sesuai.

- Biasanya #1

- Tulis: bootcfg /list

Menampilkan isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini

- Tulis: bootcfg /rebuild

Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI

- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

[list=][/list]

4. Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang

Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan:

“Windows could not start because the following files is missing or corrupt

\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”

- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.

- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.

- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang
sesuai.

- Biasanya #1

- Masukkan password administrator jika diperlukan.

- Tulis: cd \windows\system32\config

- Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:

- Tulis: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak

- Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:

- Tulis: copy \windows\repair\system

- Tulis: copy \windows\repair\software

- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

[list=][/list]

5. NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not
Found)

Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:

a. Untuk partisi tipe FAT

- Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR
atau NTDETECT.COM

dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\

b. Untuk partisi tipe NTFS

- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.

- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.

- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang
sesuai.

- Biasanya #1

- Masukkan password administrator jika diperlukan.

- Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).

- Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:

- Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\

- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

10 Langkah menginstal Windows XP dengan USB

10 Langkah menginstal Windows XP dengan USB
Keberadaan laptop mungil tengah menawan hati sebagian besar pengguna komputer jinjing. Bagaimana tidak? Walaupun terkadang spesifikasi sebuah subnotebook tidak semumpuni notebook-notebook berukuran lebih besar, ukurannya yang mini dan kemampuannya yang dapat mengakomodasi kebutuhan berkomputer sehari-hari menjadikan subnotebook sebagai salah satu gadget yang sangat diminati, disamping harganya yang lebih terjangkau, tentu saja.Nah, salah satu usaha produsen subnotebook untuk “merampingkan” produknya adalah dengan meniadakan perangkat optical drive, seperti CD-ROM/RW atau DVD-ROM/RW. Komponen yang digunakan untuk mengakses keping CD atau DVD ini memang cukup menyita ruang dan sumber daya.

Sebagai konsekuensinya, pemilik subnotebook tak dapat mengakses CD atau DVD di subnotebook-nya, atau terpaksa membeli external optical drive yang tetap dijalankan via port USB yang tersedia.

Salah satu masalah yang timbul akibat ketidaktersediaan optical drive pada subnotebook adalah kesulitan saat hendak melakukan instalasi aplikasi ataupun sistem operasi. Tak jarang pengguna harus menyalin aplikasi atau sistem operasi yang hendak di-install ke dalam USB flash disk, atau mencolok external optical drive dan melakukan instalasi seperti biasa. Namun, tentu saja hal ini sangat merepotkan, mengingat tak banyak pengguna awam yang mengetahui prosedur instalasi aplikasi atau sistem operasi via flash disk, dan harga sebuah external optical drive yang tidak murah.

Contoh kasus, andaikan kita hendak mengganti sistem operasi Xandros Linux yang terpasang di subnotebook Asus Eee PC dengan Windows XP, maka kita harus menginstal via external optical drive. Mungkin tak terlalu memusingkan bagi Anda yang punya cukup dana untuk membeli sebuah external optical drive, namun bagaimana dengan Anda yang sejak awal ingin berhemat dengan membeli subnotebook?

Nah, lewat artikel ini penulis ingin berbagi tips membuat modul instalasi Windows XP menggunakan media USB flash disk, yang tentunya akan menghemat biaya dan menjadikan pembaca lebih pintar. Modul instalasi ini tak hanya dapat diimplementasikan dalam instalasi ke subnotebook saja, tapi juga dapat diaplikasikan pada komputer mana pun yang sudah memiliki fitur untuk booting via USB.

“Gampang! Tinggal salin file instalasi Windows XP ke flash disk!” Mungkin itu yang terlintas di benak Anda, tapi percayalah bahwa membuat modul instalasi Windows XP tidak semudah itu. Namun jangan khawatir, karena dengan mengikuti langkah-langkah berikut, proses pembuatan modul instalasi Windows XP pun tak terlalu sulit dilakukan.

Yang Harus Disiapkan:

1. Sebuah komputer yang dilengkapi optical drive (CD atau DVD) dan port USB yang dapat bekerja dengan baik.
2. Sebuah USB flash disk berkapasitas 1 atau 2 GB.
3. CD instalasi Windows XP.
4. Aplikasi pembuat modul instalasi (USB_PREP8 dan PEtoUSB) yang dapat diunduh cuma-cuma melalui link http://www.sendspace.com/file/7n781n
5. Do’a dan keberanian!

Langkah-langkah Pembuatan:

1. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.

2. Saat Anda berada di posisi normal (desktop), masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.

3. Unduh dan ekstrak aplikasi yang penulis berikan. Saran penulis, ekstrak seluruh isinya ke sebuah folder, semisal C:\USB.

4. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi, kali ini kita ambil contoh C:\USB.

5. Jalankan file bernama “usb_prep8.bat” maka di layar monitor akan tampak jendela Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan “Press any key to continue,” tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.

6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.

7. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.

8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.

9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.

10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.

Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan melakukan setting pada BIOS subnotebook Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.

Mengingat teknik instalasi semacam ini juga tersedia di internet, Anda juga bisa mencarinya via mesin cari. Selamat mencoba…!

8 Cara Paling Mudah Untuk Mempercepat Komputer

8 Cara Paling Mudah Untuk Mempercepat Komputer

Belajar komputer pada perawatan komputer. Seiring berjalannya waktu, kecepatan komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows mulai menurun. Ini akan terasa pada kenyataan bahwa sistem mengambil lebih banyak waktu untuk menanggapi tindakan Anda seperti membuka file, folder, berselancar di Internet dan tugas-tugas lain. Namun, ada hal yang dapat Anda lakukan untuk mempercepat komputer Anda. Berikut ini adalah daftar cara yang dapat Anda tempuh untuk meningkatkan performa komputer Anda kembali. Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk digunakan dalam urutan, jangan dibolak-balik. Kuncinya adalah melakukan yang paling sederhana dan paling mudah.
Jika Anda ingin meningkatkan atau mempercepat komputer Anda, tidak perlu menginstall maca-macam software untuk tujuan itu. Namun, di atas segalanya, apa yang akan Anda lakukan disini tidak membahayakan dan di luar ruang lingkup forum Windows, pilihan lain adalah mintalah bantuan dari orang yang Anda kenal baik. Ingat: Anda punya waktu.Anda dapat menghentikan proses yang akan saya bahas berikut ini tanpa menyebabkan kerusakan. Jadi jika Anda pemula, jangan takut. Langkah-langkah untuk Speed Up Mempercepat Komputer;
1. Pastikan Hardware Anda
Apa artinya? Artinya bahwa memang sebelumnya komputer Anda cepat namun karena waktu maka menjadi lambat. Adalah hal yang mustahil untuk mempercepat komputer jika mainboard misalnya hanya mendukung Pentium 3. Jadi syarat pertama adalah hardware harus memungkinkan untuk lari kencang.
2. Bersihkan Desktop Anda
Apakah Anda Windows Desktop Anda penuh dihiasi dengan file? Pernahkah Anda memperhatikan bahwa komputer Anda telah berjalan lebih lambat dan lebih lambat lagi? Apakah Anda melihat cahaya hard drive sering berkedip sementara Anda menunggu komputer untuk menanggapi tindakan? Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk memperbaikinya. Jangan terlalu banyak file berserakan di desktop karena secara signifikan walaupun kecil akan mempengaruhi kinerja komputer. Jadi simpanlah file pada tempatnya. Apa bedanya menyimpan banyak file didesktop dengan didrive Data? Yaitu bahwa desktop adalah bagian dari drive C: (umumnya untuk sistem) sedangkan drive Data D: (umumnya untuk menyimpan pekerjaan)
3. Scan System Windows Anda untuk mengecek kesalahan
Sebuah sistem operasi adalah kumpulan file yang melakukan fungsi yang berbeda. Hal ini dimungkinkan, dari waktu ke waktu, bahwa satu atau lebih file-file sistem telah berubah atau menjadi rusak. Jika hal ini terjadi, kecepatan sistem Anda bisa berkurang. Dengan menggunakan utilitas yang disebut ” System File Checking”, dia akan memeriksa file-file dengan benar masalah bisa ditemukan.
4. Scan Virus, Spyware dan Adware
Setiap komputer Windows rentan terhadap virus apalagi yang basis Windows XP. Virus adalah program kecil yang jahat yang menyebabkan masalah baik besar dan kecil bagi pengguna. Spyware dan Adware adalah program yang dibuat oleh perusahaan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang pelanggan. Biasanya program ini tidak dibuat untuk tujuan berbahaya. Spyware dan Adware berada dalam memori komputer dan akan memperlambatnya. Scanning berkala dan penghapusan Virus, Spyware dan Adware merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kinerja komputer.
5. Uninstall Program yang tidak digunakan
Seiring waktu, Anda mungkin telah mengumpulkan program-program di komputer Anda yang tidak Anda gunakan. Ketika program terinstal, menciptakan hubungan antara program dan sistem operasi. Bahkan jika Anda tidak menggunakan program-program ini, mereka dapat memperlambat sistem anda. Jika Anda memiliki disk instalasi program asli atau file, menghapus program ini akan membebaskan ruang pada komputer Anda dan dapat mempercepat kinerja sistem Anda.
6. Mengatur Efek Visual ke posisi Best Performance
Windows menyediakan beberapa efek visual yang menarik termasuk jendela animasi dan menu memudar. Jika Anda tidak memiliki cukup memori operasi (lihat nomor 1 di atas), efek ini dapat memperlambat komputer Anda. Menyesuaikan atau mengurangi efek visual dapat membuat perbedaan. Untuk mempercepat Vista di komputer tertentu Anda dapat menonaktifkan fitur dan fungsi yang tidak digunakan. Untuk informasi lebih lanjut, baca “Bagaimana mempercepat Windows Vista.”
7. Jangan jalankan suatu Programs secara otomatis saat Start Up.
Program menggunakan operasi memori (RAM, juga disebut sumber daya sistem). Kecuali Anda selalu menggunakan suatu program, Anda dapat menjaga mereka dari loading pada startup Windows. Tetapi jika jarang digunakan lebih baik non aktifkan saja dari auto start. Caranya adalah klik [Start] lalu pilih [Run] untuk XP lalu ketik msconfig.exe lalu [Enter]. Untuk Vista cukup ketik msconfig lalu [Enter]. Kemudian klik tab [Start Up] dan lihatlah mana saja program yang sangat jarang digunakan hapuslah tanda centangnya.
8. Defragment Hard Drive Anda (Setelah Anda mencoba segala sesuatu yang lain)
Semakin banyak informasi dan program yang Anda miliki di komputer Anda, semakin besar kemungkinan bahwa Windows telah menempatkan bagian-bagian file yang sama di lokasi yang berbeda pada hard drive Anda. Ini mungkin melakukan hal ini untuk ratusan file dan program, tergantung pada seberapa banyak ruang yang tersedia. Defragmenting hard drive tempat semua informasi untuk setiap file dalam satu tempat. Hasilnya adalah komputer lebih cepat. Mengenai defragment harddisk sudah pernah saya bahas secara terpisah. Intinya mempercepat komputer bukanlah pekerjaan yang susah.

cutting sticker

ukuran ... x ... FOR SEL